Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

32 Foto Sejarah Terbentuknya Air Terjun Niagara

Read more

Hewan-hewan Yang Dimanfaatkan Untuk Berperang

Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasi pasukan musuh. lumba-lumba angkatan laut membantu membersihkan Pelabuhan Umm Qasr dari ranjau. tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh.

Itulah sebagian hewan yang digunakan dalam perang. Hewan-hewan bisa jadi “senjata biologis” karena kemampuan mereka, paling tidak pada saat itu, tidak dapat disamai oleh kemampuan mesin. Berikut ini adalah sejumlah hewan yang seringkali dimanfaatkan dalam konflik.

Kelelawar
http://antaratv.files.wordpress.com/2010/08/bat1.gif
Kemarahan Amerika Serikat atas serangan Jepang ke Pearl Harbor menelurkan ide memasang bom di kelelawar. Percikan api diharapkan dapat dipicu untuk membakar kota-kota Jepang saat kelelawar ini bertengger di atap bangunan. Namun rencana ini batal, karena dalam pengujian banyak kelelawar tidak kooperatif dan kabur. Hingga kini, ilmuwan Pentagon masih mempelajari bagaimana mekanisme terbang kelelawar ini untuk mengembangkan desain pesawat dan robot mata-mata.

Unta
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIcvuymXED-PHuE8nfZHsOFq8t2LRE02hNllidxIkC7scvzuz9QSLauxUYMZxTbQuNT9rpPeLIiynj0l2inFbx3yno125kWh2KsN1JHQXjYANQ9PT2cgGugl6MwmAyOEOj2VLsEvYsHWIP/s400/camel.jpg
Di masa lampau, hewan ini banyak digunakan di kawasan panas dan kering di Afrika Utara dan Timur Tengah. Karena unta memiliki kemampuan bertahan di kondisi ekstrem dan seringkali tanpa air, di masa perang hewan ini cukup berguna. Bau unta kabarnya membuat takut kuda-kuda yang digunakan musuh. Tentara Persia terkadang mempersenjatai unta mereka. Sedangkan prajurit Arab seringkali menunggang unta saat penyerbuan untuk menaklukan suatu daerah. Peran unta dalam perang merosot sejak berkembangnya senjata api. Tapi, unta masih terlihat digunakan saat Perang Dunia I.

Lebah
Sengat lebah bisa jadi senjata mematikan. Di zaman dulu, tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Penggunaan lebah berlanjut saat abad pertengahan, Perang Dunia I, dan Perang Vietnam. Ilmuwan Amerika Serikat juga menemukan kegunaan lebah untuk tujuan damai, yakni mendeteksi ranjau darat.

Singa laut
Mamalia ini mampu melihat dalam kondisi cahaya minimal serta bisa mendengar di bawah permukaan air. Singa laut juga bisa berenang dengan kecepatan hingga 40 km/jam dan menyelam hingga kedalaman 300 meter. Dengan kemampuan ini, angkatan laut AS melatih singa laut untuk menandai ranjau.

Merpati
Hewan ini memiliki kemampuan navigasi sehingga bisa kembali ke sarang meskipun telah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Puncak kepopuleran penggunaan merpati terjadi pada saat Perang Dunia I, saat tentara sekutu menggunakan 200.000 merpati untuk keperluan komunikasi. Seekor Merpati bernama Cher Ami mendapat penghargaan setelah mengirim 12 pesan untuk benteng di Verdun, Prancis. Bangsa burung pensiun dari tugas militer setelah teknologi komunikasi berkembang pesat.

Lumba-Lumba
Hewan ini memiliki sonar biologis untuk mencari ranjau berdasarkan konsep gema. Pada masa Perang Teluk dan Perang Irak, lumba-lumba milik angkatan laut membantu membersihkan pelabuhan Umm Qasr dari ranjau.

Gajah
Hewan besar ini bisa menginjak tentara, menusukkan gading, dan melempar orang dengan belalainya. Kerajaan kuno di India diperkirakan menjadi kerajaan pertama yang menjinakkan gajah. Tapi, kemampuan ini segera menyebar ke Persia dan Timur Tengah. Alexander Agung dikabarkan pernah menemui sepasukan gajah saat mencoba menaklukan suatu daerah. Kuda seringkali takut dengan pemandangan dan bau Gajah. Tentara manusia juga merasa diteror secara psikologis dengan bentuk Gajah yang sangat besar.

Keledai
Tidak sehebat hewan perang lainnya, tapi ribuan pasukan akan menderita jika tak ada Keledai. Pasalnya, hewan inilah yang didaulat membawa makanan, bahkan persenjataan dan barang-barang lain yang dibutuhkan militer. Dulu, tentara Roma membawa satu Keledai tiap 10 legiun. Napoleon Bonaperte juga menaiki keledai saat melintasi Alpen. Keledai masih sering mendapat tugas militer hingga saat ini. Tentara AS bergantung pada hewan ini untuk mengantar barang ke pos-pos terpencil di pegunungan Afghanistan.

Anjing
Orang-orang Spanyol menggunakan anjing yang dipersenjatai saat menaklukan Amerika Selatan di abad ke-16. Anjing juga berperan besar selama konflik di abad pertengahan di Eropa. Tugas anjing di masa modern kini meliputi mendeteksi bom dengan indera penciuman. Di Irak dan Afghanistan, anjing militer dikenakan rompi antipeluru demi menjamin keamanan selama bertugas.

Kuda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7XSlomITOSbkVC3ArFAZD7nyYNEApmbI6L6s8P8mFoM2bYehBQlRBZxRDsXXp0dbE9MkbsnPFnFTGoRSOfFhIbYl1Gi_fOtmyoFkq5-e2ispAN34pnm_m42azkg8PYaMaH4FEBQBNMwx7/s1600/kuda2.jpg
Nah, ini hewan yang paling populer saat perang berlangsung. Manusia telah menjinakkan kuda setidaknya sejak 5.500 tahun lalu. Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasipasukan musuh. Stabilitas di atas pelana dan sanggurdi membuat prajurit Mongol dapat berperang dan menembakkan panah dari atas kuda. Pertempuran besar dengan memanfaatkan kuda tidak berakhir, hingga tank dan senapan mesin muncul menjadi favorit.
Read more

Terlalu Lama Duduk bisa Membunuh Anda Pelan-pelan ( Penting )


Bekerja di belakang meja sepertinya lebih aman ketimbang harus berjibaku di lapangan atau proyek konstruksi. Namun jangan salah! Kerja di kantor yang nyaman dengan duduk berlama-lama di depan komputer atau laptop bisa membunuh Anda pelan-pelan.

Hal yang paling diwaspadai dari dampak pola kerja sedentari atau kurang aktif ini adalah meningkatnya kemungkinan mengalami risiko pembekuan pembuluh vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) hingga dua kali lipat.

Professor Richard Beasley dari Wellington Hospital di Selandia Baru seperti dilansir The Sun, menyatakan bahwa ancaman bahaya akan menghampiri Anda bila kerja delapan jam tiap hari dengan hanya berkutat di sekitar meja, atau menghabiskan tiga jam berturut-turut dengan sekedar duduk mengoperasikan laptop.

Kasus DVT biasanya sering dikaitkan dengan penerbangan jarak jauh yang memerlukan waktu berjam-jam. Pembekuan darah terjadi di pembuluh vena dan biasanya pada bagian betis. Jika pembekuan ini tidak dicairkan dengan obat pengencer darah, biasanya akan pecah dan terbawa ke paru-paru dan berujung pada emboli paru-paru yang mematikan.

Beasley menganjurkan pekerja kantoran untuk melakukan rutin melakukan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran aliran darah. Maksimal setiap empat jam, harus berdiri dan sedikit melakukan kegiatan fisik untuk melancarkan kembali peredaran darah. Sebuah riset di Italia pun mengindikasikan peregangan dan relaksasi menurunkan kasus sakit kepala para karyawan hingga 40 persen.

Risiko lain yang mengintai para pekerja kantoran adalah bakteri dan virus mematikan yang berada di tempat kerja. Permukaan dan sela-sela keyboard komputer bisa menjadi sumber penyakit karena menyimpan kuman berbahaya yang jumlahnya bahkan mungkin melebihi kloset di kamar mandi Anda.

Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan beberapa keyboard di sebuah perkantoran LIMA KALI menyimpan lebih banyak jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini diungkap seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which?Computing di mana mereka ditemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, coliform, staphylococcus aureus, yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah diare kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia.

Bakteri juga tidak hanya sembunyi di keyboard, namun juga pada meja, telepon dan alat lain. Peneliti dari University Of Arizona menyatakan keyboard masih cukup bersih ketimbang kursi yang duduki. Para ahli Mikrobiologi menemukan sebuah kursi bisa menyimpan 10 juga mikroba, sedangkan rata-rata sebuah kantor bisa menyimpan 20.000 mikroba pada setiap permukaan 1 inci persegi. Begitu banyaknya jumlah mikroba ini tentu tidak terlepas dari kebiasaan buruk karyawan dalam memperlakukan tempat kerja.

Sindrom Mata
Selain pembekuan darah dan mikroba, ancaman lainnya adalah sindrom mata akibat komputer yang baru-baru ini diperingatkan American Optometric Association. Gejala sindrom ini adalah mata perih, sensitif terhadap cahaya, nyeri di leher dan punggung.

Dr Kent Daum, dari Illinois College Of Optometry di Chicago mengatakan: “Bekerja di depan komputer membuat mata bekerja keras karena tuntutan pergerakan mata dan fokusing yang baik. Re-focusing menyebabkan stres pada otot mata yang bisa berakibat pada gangguan mata.

Kerusakan Paru-paru
Hal lain yang juga dicemaskan adalah bahaya Printer Lases terhadap kesehatan paru-paru karyawan. Peneliti dari Australia’s Queensland University Of Technology menemukan dampak alat ini mirip asap rokok. Satu dari tiga printer yang diteliti mengeluaran semacam partikel merugikan. Partikel ini bisa terhirup dan masuk paru-paru dan memicu masalah pernafasan.

Di samping laser printe, asap elektronik juga bisa menjadi ancaman. Tim ahli dari London’s Imperial College menyatakan medan listrik yang timbul dari alat-alat kantor bisa memicu sakit kepala dan masalah lainnya.

Salah satu peneliti, Keith Jamieson, menjelaskan : “Medan listrik punya pengaruh kuat terhadap udara. Itulah sebabnya di belakang monitor komputer selalu dikotori debu. Hal sama juga berlaku pada kulit dan paru-paru manusia . Ini dapat meningkatkan penyerapan racun yang harus dinetralisir tubuh, ” paparnya.

Yang terakhir, ancaman di tempat kerja adalah Sick Building Syndrome. Menurut WHO, gejalannya adalah iritasi pada mata , hidung dan tenggorokan, selain juga pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi akibat buruknya ventilasi, tingginya temperatur dan buruknya pencahayaan.
Read more

Fenomena Bulan Purnama Aneh akan Terjadi pada 21 November


Hal janggal akan terjadi pada 21 November. Bulan purnama akan muncul di barat horison, tepat di bawah kelompok bintang paling terang di langit, Pleiades.

Pleiades merupakan kelompok bintang terang di konstelasi Taurus sekitar 410 juta tahun cahaya dari matahari. Sebagai kelompok bintang paling terang, Pleiades dapat dilihat menggunakan teropong dan teleskop kecil. Pertunjukan langit pagi hari ini hanya permulaan saja.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFFgMvq2hAsCzGxcE0h-RT2jIBDBey0ZLeoMUx2KGVm_Mj54fX0NCekYerfbstWUs23KiYZhLr1EOp6ShOehP5sWqNbzlj3oN6GVVfqzq0BpK2cT0O1dqC2Da-sHZh2urQOstVFERvRBg/s1600-r/bulan-purnama.jpg


Pertunjukan Bulan purnama dan Pleiades akan terulangselama 12 jam setelah matahari terbenam, ketika bulan tampak di horison timur. Hal ini normal terjadi tiap bulan. Namun kali ini, Pleiades berada di atas bulan.

Hal ini seperti tak mungkin terjadi, karena bulan bergerak secara stabil melewati langit pada orbitnya di sekitar Bumi, dan seperti tak mungkin berada di tempat yang sama 12 jam kemudian.

Sesungguhnya bulan bergerak dari satu sisi Pleiades ke sisi lain Pleiades. Bulan melewati Pleiades sekitar siang. Perubahan radikal pada orientasi konstelasi ini juga merupakan efek normal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-nsd-OyFyaP3J9Ec5jHxmD2aQOi09mIoAXqLn8MntVh1WuB0JNVv6RgRaobdkVE4-_yv_eHN1esU0gam-Aaro9rfHA2v4r8q0D3VONC6KGQFyXEtuADz5n3nvN_neAD5knU33frxr3to/s320/full_moon4.jpg

Jika Anda melihat kontelasi apa pun di malam hari, Anda akan melihatnya terbit dari timur bergerak dalam lingkaran lebar, kemudian terbenam sekitar 12 jam kemudian dalam orientasi yang benar-benar berbeda.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy_tYn3I7nVpXKzXxyw2YxgRoB7Jc3GF7DqgDGa-y_0wLaJPSn35KordivsqebOCPkMns5yNBlFZ05c-qNB-BVQpcuyH9fSbtuHJwOtLSgDuomL4WMZ5BrU-GcaoDFBTeAaJSJ8nbHfSQ/s320/full_moon.jpg
Peristiwa ini akan memberi kita referensi bagaimana kontelasi mengubah orientasinya dari terbit hingga terbenam.
Read more

Terungkap, Orang Amerika Pertama yang Menginjak Eropa



Tim universitas Spanyol menemukan orang yang pertama sampai di Eropa ternyata lima abad lebih awal sebelum Christopher Colombus menemukan Amerika.
Para ilmuwan menelusuri asal-usul genetik satu keluarga Islandia yang dipercaya sebagai orang Amerika pertama yang tiba di Eropa sekitar abad ke-10. Orang-orang ini tiba tepat lima ratus tahun sebelum Columbus melakukan pelayaran pertamanya pada 1492.

Kisah Norse menyatakan Viking menemukan orang Amerika berabad-abad sebelum Columbus. Data terbaru tampak mendukung hipotesis Viking membawa orang Indian Amerika (Amerindian) ke Eropa utara.

Penelitian menunjukkan manusia dari benua Amerika Utara itu kemungkinan tiba di Islandia pada 1.000 Sebelum Masehi (SM), dan meninggalkan gen miliknya yang tercermin pada 80 orang Islandia saat ini.

Peneliti menemukan, gen ini merujuk pada nenek moyang yang sama di selatan Islandia, dekat gletser Kull Vatnaj. Sebelumnya, terdapat 1.710 teori awal menyatakan kemungkinan mereka tiba melalui Asia.

”Pulau itu praktis terisolasi dari abad ke-10 dan seterusnya, hipotesis yang paling mungkin adalah gen ini berhubungan dengan wanita Amerindian yang dibawa Viking dari Amerika pada 1.000 SM,” kata Carles Lalueza-Fox dari Pompeu Fabra University di Spanyol.

Pemukiman Viking di L'Anse aux Meadows wilayah timur Canada Terranova, diperkirakan berasal dari abad ke-11. Peneliti mengatakan akan terus berusaha menentukan kapan gen Amerindian pertama tiba di Islandia.

Selain itu, peneliti akan terus mencari hubungan mereka terhadap sisa-sisa pemakaman di Amerika. Penelitian genetik ini dipublikasikan oleh Spanyol Centre for Scientific Research dalam American Journal of Physical Anthropology
Read more

Hewan-Hewan/Spesies Tertua di Bumi

Cyanobacteria
2.800.000.000 tahun yg lalu Cyanobacteria dianggap salah satu bentuk kehidupan pertama di Bumi. Yang pertama yang tinggal di sulfate dan metana yang berlebihan di atmosfer Bumi. cyanobacteria praktis identik dengan aslinya. Mereka bertahan hidup setiap peristiwa kepunahan besar termasuk kepunahan Permian yang menewaskan 90 persen dari spesies yang pada waktu itu.

Nautilus
500 juta tahun
Fosil nautilus ini hanya hidup di Cephalopoda. Dulu mereka lebih bervariasi dan jauh lebih makmur, tetapi sekarang hanya ada enam jenis nautilus, semua terbatas pada Indo-Pasifik. Namun, cara untuk menggantung di sana.


Jellyfish
505 Juta Tahun
Ubur-ubur termasuk dalam kelompok hewan yang disebut Cnidaria atau Coelenterata. Kelompok ini termasuk karang, hydras, ubur-ubur, Portugis orang-of-perang, anemon laut, pena laut, cambuk laut, dan penggemar laut. Mereka sulit untuk fosil, yang sebagian besar terbuat dari air, tetapi beberapa tahun lalu, beberapa fosil yang baru ditemukan yang membuat mereka bahkan lebih tua dari yang diduga sebelumnya.


Sponge
580 Juta Tahun
Spons dari kelompok garis keturunan hewan purba yang dapat ditelusuri kembali ke awal dari kehidupan binatang. Fosil dari kaca spons telah ditemukan dari sekitar 540.000.000 tahun yang lalu di batuan di Australia, Cina dan Mongolia. Meskipun sekitar 90% dari spons modern demosponges, fosil jenis ini kurang umum dibandingkan dengan jenis lain karena tengkorak mereka terdiri dari spongin relatif lunak yang tidak berfosil dengan baik.


Horseshoe Crab
445 Juta Tahun
The Horsehoe ole tetap cukup banyak berubah sejak masa Ordovisium. Jadi, ini ada di bumi sekitar 74% dari waktu yang hewan secara umum sudah. Spesies kepiting sepatu kuda paling awal yang merayap di laut dangkal pantai bumi untuk paling tidak 100 juta tahun sebelum dinosaurus ada.


Coelacanth
360 Juta Tahun
Sebelum 1938 Ikan raja laut diyakini telah punah sekitar 80 juta tahun yang lalu, ketika mereka menghilang dari catatan fosil. Ini "prehisotric fosil hidup" pernah dianggap sebagai nenek moyang dari tetrapoda (hewan darat hidup, termasuk manusia). Sekarang percaya bahwa Lungfishes adalah hidup terdekat relatif tetrapoda.


Gingko Biloba
270 Juta Tahun
Pohon Ginkgo adalah satu-satunya wakil hidup dari ordo Ginkgoales, sekelompok gymnosperms dating kembali menjadi 270 juta tahun yang lalu pada periode Permian.
Karena cataclysms geologi spesies hanya 3 atau 4 masih tersisa di Tersier (65 juta tahun lalu). Kepunahan dinosaurus sebagai penyebar benih potensi biji besar mungkin juga dipengaruhi penurunan ini, yang sejalan dengan catatan fosil.


Horseshoe Shrimp
200 Juta Tahun
Orang ini sedikit memiliki perbedaan dalam menjadi spesies hidup tertua di bumi berubah selama 200 tahun Juta. Dengan kata lain, ia tidak mungkin telah ada selama beberapa orang di atasnya, tapi ia hampir tidak bisa dibedakan dari 200 juta tahun itu fosil tua.


Sturgeon
200 Juta Tahun
Sturgeon dan paddlefish terkait telah mengalami perubahan morfologi sangat sedikit, menunjukkan bahwa evolusi mereka telah lambat dan produktif mereka status informal sebagai fosil hidup. Hal ini dijelaskan dalam bagian oleh waktu antar-generasi lama, toleransi untuk rentang luas suhu dan salinitas, kurangnya predator karena ukurannya.


Martialis Heureka
120 Juta Tahun
Hanya ditemukan pada tahun 2000 di Amazon, jenis semut ini dikenal sebagai Ant Dari Mars. Menyerupai miniatur tawon, serangga tidak seperti semut lain, dan merupakan spesies semut tertua masih menghuni bumi. Apa yang membuat benar-benar mengagumkan adalah bahwa kode genetik yang menunjukkan itu antara sub-keluarga pertama untuk memisahkan diri dari garis keturunan utama, segera setelah semut berevolusi dari tawon lebih dari 120 juta tahun yang lalu.

Read more
 

Teknik Industri Design by Insight © 2009